Rimanews –  Bandara Internasional Kualanamu, try Medan, find Sumatera Utara, telah menyiapkan skenario pertolongan pertama untuk mengantisipasi virus MERS. Virus ini dikhawatirkan bisa terbawa oleh wisatawan dari Timur Tengah yang berkunjung ke Medan.

Virus MERS yang tengah meluas di Korea Selatan dianggap berpotensi untuk meluas ke wilayah lain di Asia. Kota Medan yang juga sering kedatangan turis asing tak ingin kecolongan.

“Kami sudah antisipasi dan rencanakan skenario evakuasi terhadap siaga virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS),” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Jefri Sitorus di Bandara Kualanamu, Medan, Sabtu pagi (13/6).

Ketika ditemui langsung, dia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada wisatawan yang terindikasi virus MERS. “Memang saat ini belum ada yang sudah teridentifikasi. Namun, siaga penuh tetap kami lakukan,” katanya.

Alat pendeteksi panas tubuh sudah disiagakan di beberapa titik pengawasan penurunan penumpang. Selain itu, banyak ditayangkan cara-cara pencegahan MERS, gejalanya, dan bahayanya melalui pesan audio-visual di layar iklan utama bandara.

Bandara Kualanamu memiliki penerbangan langsung dari Timur Tengah, wilayah dimana MERS pertama kali merebak. Karena itulah antisipasi sejak awal sangat diperlukan.

“Wisatawan dari Timur Tengah selalu kami waspadai walaupun isu terakhir MERS banyak menyerang di Korea Selatan. Oleh karena itu, kami tidak ada jadwal penerbangan langsung ke Korea,” katanya.

Skenario pertama ketika terindikasi di dalam pesawat adalah menurunkan semua penumpang dengan tenang melalui pintu depan dan belakang. Tiga baris terdekat, kata dia, diutamakan diturunkan terlebih dahulu agar petugas mempunyai ruang yang cukup untuk bertindak.

Tidak lupa baju pengaman selalu dikenakan petugas, kemudian pasien dibawa menuju unit penanganan dan karantina melalui lajur khusus bandara. Setelah itu, lanjut dia, bila memungkinkan langsung dirujuk menuju rumah sakit terdekat untuk diambil tindakan lebih lanjut.

Penumpang yang lain tetap akan diberi sterilisasi guna menghindari penularan secara langsung.