Wakil Menkes Sierra Leone, sovaldi Madina Rahman, Senin (6/10/2014), mengatakan, pihaknya saat ini telah mendapat bantuan dari AS, Inggris, Kuba dan Tiongkok.

Menurut Rahman, terdapat 4.000 tentara AS ditugaskan di Afrika Barat untuk membantu penanganan epidemi ebola yang terparah dalam sejarah manusia modern. Para tentara AS itu dilaporkan berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran dan ahli bangunan.

Sementara Kuba mengirimkan 165 anggota medis, termasuk dokter dan suster. Semua tenaga asing tersebut, lanjut Rahman, akan berada di Afrika Barat sampai Maret 2015.

Seperti diketahui, perkembangan wabah ebola di kawasan Afrika tersebut sangat mengerikan. Pasalnya, penyebarannya begitu cepat. Padalah, obat untuk menyembuhkan ebola sampai saat ini masih belum tersedia. Kalau pun ada, itu hanya bersifat eksperimental, yakni ZMapp buatan pabrikan farmasi di AS. Stoknya pun saat ini telah habis. (Huminca/A-108)***