Menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 dalam bidang kesehatan, viagra para dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (Perafi) mengaku optimistis dapat bersaing dengan tenaga kesehatan asing, sickness yang nantinya bisa bebas praktik di Indonesia, no rx sesuai domestic regulation yang dibuat pemerintah. Namun hal ini tentunya harus diiringi dengan peningkatan kompetensi para dokter.

“Kalau sudah kompeten dan mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia, kita tidak usah khawatir dengan kehadiran dokter asing. Jangan lelah untuk terus belajar keahlian baru agar bisa menangani komplilkasi penyakit yang mungkin saja timbul,” kata Sekretaris Jenderal Perafi, yang juga spesialis bedah plastik rekonstruksi estetik, Irena Sakura Rini di Jakarta, Selasa (4/11).

Kualitas dan keamanan bedah plastik di Indonesia, menurutnya juga sudah setara dengan luar negeri, sehingga kebutuhan bedah plastik, baik itu estetik maupun rekonstruksi tidak perlu lagi dilakukan di luar negeri. Yang masih perlu ditingkatkan adalah membangun komunikasi medis dengan pasien, sehingga tidak ada lagi pasien yang mengeluh karena dokternya pelit bicara. “Komunikasi media juga yang harus diperbaiki oleh tenaga kesehatan kita,” tegasnya.

Selain itu, pasien juga perlu dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan dalam proses pengobatan. “Menjaga komunikasi dengan pasien itu penting. Karena pasien yang ikut mengambil keputusan dalam proses pengobatan biasanya akan lebih merasa ikut bertanggung jawab dalam pengobatan itu sendiri, sehingga tidak akan ada lagi kasus dokter yang dituntut pasien,” kata Irena.