YOGYAKARTA – Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak tertinggi di Asia Tenggara. Menurut data, and angka penderita katarak di Indonesia saat ini adalah sebesar 1,5 persen atau lebih dari dua juta orang. Jumlah pasien katarak diperkirakan terus bertambah 240.000 setiap tahunnya, dan mayoritas merupakan warga yang kurang mampu.

Ketidaktahuan masyarakat bahwa katarak dapat disembuhkan dengan operasi, juga ke tidak cukupan biaya untuk pengobatan membuat jumlah penderita katarak terus meningkat setiap tahunnya. Jumlah pasien katarak diperkirakan terus bertambah 240.000 setiap tahunnya, dan mayoritas merupakan warga yang kurang mampu.

Hal itu terungkap dalam penandatanganan kerja sama yang dilakukan Ketua SPBK Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Yogyakarta Prof. Dr. Suhardjo SU, SpM(K) dan Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat di RS Bethesda Yogyakarta.

Dalam siaran persnya, Minggu (27/9/2015), penandatanganan kerja sama Operasi Katarak untuk 750 mata itu disaksikan Direktur RS Bethesda Yogyakarta Dr. Purwoadi Sujatno, Sp.PD, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana J.W. Siagian, Sp.PA, Rektor UKDW Ir. Henry Feriadi, M.Sc,Ph.D, Ketua Perdami Yogyakarta Dr. Agus Supartoto, SpM(K) dan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti.

Bersamaan dengan penandatanganan kerja sama itu, juga dilakukan operasi katarak gratis Sido Muncul bekerja sama dengan Berlico Farma, Perdami cabang Yogyakarta, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dan RS Bethesda Yogyakarta, untuk 60 pasien warga kurang mampu di wilayah Yogyakarta.

Baksos operasi katarak gratis Sido Muncul telah dilaksanakan sejak tahun 2011. Bekerja sama dengan Perdami, jumlah yang telah dioperasi sejak tahun 2011 sampai dengan pertengahan September 2015 adalah 42.627 mata. Operasi telah dilaksanakan di 27 provinsi, 200 kota/kabupaten, di 216 Rumah Sakit di Indonesia.

Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, masih tingginya biaya operasi penyakit katarak menjadi alasan PT Sido Muncul Tbk untuk melakukan program operasi katarak gratis sejak tahun 2011. Tahun ini Sido Muncul kembali melanjutkan program ini dengan melakukan baksos operasi katarak di beberapa daerah.

Irwan mengaku sangat bersyukur dapat melakukan program operasi katarak gratis, karena program ini sangat membantu orang untuk produktif kembali, karena yang tadinya tidak bisa melihat, bisa melihat kembali. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung terlaksananya kegiatan ini, terutama dengan Perdami,” katanya.

Menurut catatan, atas keseriusan Sido Muncul dalam menanggulangi buta katarak di Indonesia, Sido Muncul mendapatkan penghargaan dari Enterprise Asia yaitu “Asia Responsible Entrepreneurship Award 2011”, dari Metro TV bekerjasama dengan Forum Pengusaha Indonesia-Tionghoa, “Apresiasi CSR Sejahtera Indonesia 2012”, dan dari La Tofi School CSR La Tofi Award “The Indonesian Most Committed CEO for CSR Award 2012”.

Tahun ini Sido Muncul kembali mendapatkan dua penghargaan yaitu Rekor Muri dan Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID). Penghargaan dari MURI diterima Sido Muncul bersama RS Awal Bros Batam, dengan kategori “Operasi Katarak dengan Teknik Phacoemulsifikasi Terbanyak dalam Sehari”, yaitu 328 mata. Sedangkan penghargaan dari LEPRID karena Sido Muncul konsisten dalam melaksanakan operasi katarak gratis sejak tahun 2011. (Satrio Widianto/A-147)***

sumber: Pikiran rakyat