World Health Organization (WHO) selama ini telah berperan dalam manajemen rezim global untuk mengontrol penyebaran penyakit internasional. Regulasi Kesehatan International/ International Health Regulations (IHR) telah diadopsi oleh Majlis Kesehatan/Health Assembly di tahun 1969. Regulasi yang semula hanya melingkupi enam “penyakit yang dapat dikarantina” kemudian diamandemen di tahun 1973 dan 1981, malady terutama untuk mengurangi angka lingkupan penyakit dari enam menjadi tiga (yellow fever, try wabah, dan kolera) dan sebagai penanda eradikasi global dari smallpox/cacar.

Dengan pertimbangan dari peningkatan perjalanan dan perdagangan Internasional, serta munculnya atau kembali munculnya ancaman penyakit internasional dan risiko kesehatan masyarakat lain, Majlis Kesehatan 48 Dunia/ Forty-eighth World Health Assembly  di tahun 1995 memutuskan untuk merevisi substansi dari IHR 1969.

Setelah usaha awal yang ekstensif dalam merevisi IHR oleh Sekretariat WHO dengan konsultasi kepada anggota Bagian WHO, organisasi internasional dan partner relevan lainnya, serta dengan adanya momentum yang diakibatkan oleh munculnya sindrom respirasi akut berat/ severe acure respiratory sidrome (Emergensi pertama kesehatan masyarakat global di abad 21), Majlis Kesehatan kemudian meresmikan Intergovernmental Working Group di tahun 2003 terbuka bagi semua anggota Bagian untuk meninjau dan memberi rekomendasi dalam revisi IHR. IHR (2005) kemudian diadopsi oleh Forty-eighth World Health Assembly  pada 23 Mei 2005, yang kemudian mulai diterapkan pada 15 Juni 2007.

Tujuan dan lingkup dari IHR (2005) adalah untuk mencegah, menjaga dari, mengontrol, serta menyediakan respon kesehatan masyarakat terhadap penyebaran internasional dari penyakit dalam langkah yang sepadan dan terbatas pada risiko kesehatan masyarakat, serta menghindari interferensi yang tidak penting dengan pertukaran dan perdagangan internasional. IHR (2005) terdiri dari berbagai inovasi, diantaranya: (a) lingkupan tidak terbatas pada penyakit tertentu atau cara transmisi, namun melingkupi “kondisi medis atau penyakit, tanpa memperdulikan asal atau sumbernya, yang saat ini atau ke depannya dapat berbahaya bagi manusia”; (b) Partai Bagian wajib untuk mengembangkan kapasitas kesehatan masyarakat inti hingga tingkat minimum tertentu; (c) kewajiban dari Partai Bagian untuk memberi tahu WHO tentang peristiwa yang mungkin merupakan kegawat daruratan kesehatan masyarakat Internasional berdasarkan kriteria yang ada; (d) ketentuan otorisasi WHO yang patut dipertimbangkan dalam laporan tidak resmi dari peristiwa kesehatan masyarakat dan mendapatkan verifikasi dari Partai Bagian tentang peristiwa tersebut; (e) prosedur untuk determinasi dari Direktur umum “berkaitan emergensi kesehatan masyarakat internasional” dan pengeluaran isu sebagai korespondensi rekomendasi sementara, setelah mempertimbangkan pendapat dari Komite Emergensi; (f) penjagaan hak asasi manusia dan musafir; serta (g) peresmian beberapa Poin Fokal IHR Nasional (National IHR Focal Points) dan Poin Kontak IHR WHO (WHO IHR Contact Points) untuk komunikasi penting antara Partai Bagidan dan WHO.

Degan tanpa membatasi aplikasi IHR (2005) pada penyakt tertentu, diharapkan Regulasi ini akan tetap mempertahankan relevansi dan dapat diaplikasikan dalam beberapa tahun ke depan meski dengan adanya evolusi berkelanjutan dari penyakit dan faktor yang mengakibatkan muncul dan transmisi penyakit tersebut.  Ketentuan dalam IHR (2005) juga memperbarui dan merevisi tata teknis dan fungsi regulasi lain, termasuk sertifikat dalam perjalanan dan transportasi internasional, serta kebutuhan untuk pelabuhan, bandara, dan melewati perbatasan darat Internasional.

IHR dapat diunduh di sini http://www.conventionbureau.it/public/arrow-download-icon.png