JAKARTA – Peran berbagai pihak dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sangat diperhitungkan. Bahkan, viagra perguruan tinggi bekerjasama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan mengawal produk dalam negeri dalam menghadapi MEA.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M Nasir mengatakan, stuff peran perguruan tinggi di daerah sangat penting guna mendukung daerah dalam menghadapi era persaingan bebas di kawasan ASEAN awal tahun depan.

“Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta harus ikut mengawal kesiapan daerah dalam menghadapi MEA, mind ” kata Nasir usai membuka Indonesia Quality Expo (IQE) 2015 di Jakarta, Senin (9/11/2015).

Dikatakan Nasir, kerjasama antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat dilakukan lewat pengawasan dan sosialisasi produk-produk berstandar nasional. Karena itu, dia mendukung upaya BSN untuk melakukan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi di seluruh daerah. Sebab perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia, laboratorium penelitian dan program-program pengabdian masyarakat yang dapat disinergikan dengan kegiatan BSN dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang produk-produk standar nasional.

Saat ini, menurut Nasir, yang sedang naik daun dan mampu bersaing di pasaran adalah produk-produk terkait kuliner dari seluruh Nusantara, teknologi informasi, kesehatan, obat-obatan dan material maju lainnya.

“Supaya produk-produk tersebut dapat terus bersaing dengan sehat dan tidak merugikan masyarakat, maka sebaiknya perlu ada evaluasi standarisasi secara berkala. Dan perguruan tinggi dapat diajak berkolaborasi,” terangnya.

Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan, produk-produk daerah sebenarnya sudah siap menghadapi MEA. Dari sisi harga dan kualitas, produk inovasi daerah sudah banyak yang mampu bersaing sampai ke mancanegara. Dari pengamatan Bambang ke berbagai industri di daerah, sebenarnya mereka sudah siap menghadapi MEA. Tinggal bagaimana pemerintah mengawal standardisasi produknya saja.

Terkait itu, BSN memberikan penghargaan kepada empat pemerintah daerah dan enam Perguruan tinggi di Indonesia atas dedikasinya dalam pengembangan dan penerapan standardisasi di masing-masing instansinya. Keempat pemerintah daerah tersebut adalah Provinsi Kepualaun Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan dan Nusa Tengara Barat. Sedangkan enam perguruan tinggi adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Surabaya, Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Universitas Sebelas Maret (UNS).

“Selain memberikan penghargaan ke pemerintah daerah dan perguruan tinggi, BSN juga menandatangani kerjasama di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian dengan Pemprov DKI Jakarta, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), PT Permodalan Nasional Madani dan Yayasan Kehati,” imbuh Bambang.

sumber: okezone