Dalam era dunia global kini, treat urbanisasi yang pesat, mekanisasi ekonomi pedesaan, dan aktivitas transaksi perusahan makanan, minuman, serta rokok berhubungan dengan perubahan perilaku yang meningkatkan risiko dari penyakit tidak menular kronis. Beberapa perubahan, termasuk berkurangnya diet sehat, aktivitas fisik yang lebih rendah, merokok, dan peningkatan konsumsi alkohol. Sebagai hasilnya, profil kesehatan penduduk berubah dengan pesat.

Sebagai contoh, beban global dari Diabetes Mellitus Tipe 2 diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030, dengan 80% kasus dewasa terjadi di negara dengan pendapatan menengah dan rendah (NPMR). Banyak NPMR yang mengalami perubahan pesat berhubungan dengan berkembangnya tingkat  tinggi dari penyakit tak menular sembari melawan tingkat tinggi dari penyakit menular tertentu, termasuk HIV, TB, dan malaria. Hal ini memiliki implikasi terhadap kesehatan masyarakat, sistem kesehatan, dan ekonomi bagi negara-negara tersebut.

Telaah kritis ini mensintesis bukti pada tumpang tindih dan interaksi antara penyakit epidemik menular dan tidak menular di NPMR. Telaah ini berfokus pada HIV, TB, malaria, dan mengeksplorasi interaksi penyakit spesifik dengan kejadian penyakit tidak menular yang frekuen di NPMR termasuk diabter, penyakit kardiovaskular, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit ginjal kronik, epilepsi, dan penyakit neurokognitif. Penulis menyoroti kompleksitas, saling berhubungan, dan heterogenitas dari interaksi ini dan mendiskusikan implikasinya terhadap sistem kesehatan.

Simak lebih lanjut, link to paper